Jatuh
Cinta Setiap Hari
Setiap orang dewasa yang normal pernah mengalami jatuh cinta. Dalam keadaan terakhir, dunia rasanya hanya milik kita sepasang. Semua hal kelihatan indah dan penuh kenikmatan. Jangankan kelebihan, kekuranganpun amat mudah diterima sebagai sebuah sisi yang mengandung unsur menyenangkan. Setiap tarikan nafas, seperti menghirup bau harum nan segar di pegunungan. Kalau bisa, mesin waktupun mau dibuat berhenti. Sehingga kondisi hidup yang serba menyenangkan bisa bertahan selamanya.
Sekarang bayangkan sebuah lingkungan
kerja yang dihuni hanya oleh manusia-manusia yang pekerjaannya hanya satu :
jatuh cinta. Hari ini jatuh cinta pada pekerjaan. Besoknya jatuh cinta pada
diri sendiri. Lusa jatuh cinta pada istri. Tiga hari kemudian jatuh cinta pada
anak-anak di rumah. Empat hari berikutnya jatuh cinta pada orang tua. Lima hari
terakhir jatuh cinta pada mertua. Singkat kata, lima hari kerjanya diisi penuh
oleh jadwal jatuh cinta. Siklus kerja mingguan penuh dengan warna dan spirit
hidup jatuh cinta.
Mari kita mulai dengan jatuh cinta pada
pekerjaan. Tidak banyak orang yang bisa hidup 'mewah' dengan mengganti
pekerjaan setiap kali tidak suka. Kalaupun ada orang pintar yang mudah diterima
di sana-sini, pada suatu titik ada juga batas kebosanan dari kegiatan
pindah-pindah kerja. Salah seorang kutu loncat sahabat saya, bahkan bertutur
bosan bahwa yang namanya jadi pekerja di manapun cirinya hanya dari itu ke itu
saja. Belajar dari sini, bagi mereka yang mengira bahwa tempat kerja di tempat
lain lebih baik dibandingkan tempat sekarang, mungkin sudah saatnya melakukan
refleksi ulang.
Di tempat kerja manapun ada masalah,
tantangan, orang yang tidak cocok, konflik, dan deretan hal sejenis. Bahkan
setelah jadi pengusahapun, deretan hal tadi akan senantiasa hadir. Kalau
berkaitan dengan kenaikan gaji, promosi jabatan dan hal-hal menyenangkan
lainnya, kita tidak memerlukan usaha untuk menerimanya dengan ikhlas. Namun
bekaitan dengan hal-hal negatif seperti tidak cocok dengan orang lain, konflik,
masalah, diperlukan banyak usaha agar kita bisa jatuh cinta pada pekerjaan.
Jatuh cinta kedua yang amat penting
adalah jatuh cinta pada diri sendiri. Orang yang teramat sering jatuh cinta
pada dirinya - apa lagi senantiasa awas akan bahaya kesombongan - sebenarnya
sudah sampai pada titik lebih tinggi dari sekadar bahagia. Bahagia masih
dibayang-bayangi oleh kesedihan. Namun, pencinta diri sendiri secara penuh,
tidak lagi dikejar bayangan kesedihan, atau mengejar bayangan kebahagiaan.
Bayangan itu sendiri sudah tidak ada dan menyatu dengan sang aku.
Bagi saya, tidak ada orang yang lebih
beruntung dari orang yang sudah sampai di titik ini. Di tempat manapun, di
waktu kapanpun, dan bersama siapapun, ia selalu bercumbu dengan sang aku.
Suka-duka, sedih-bahagia, siang-malam, rindu-benci, dan dikotomi hidup sejenis,
sudah musnah bersamaan dengan jatuh cinta dia pada sang aku. Tidak ada
penolakan terhadap sang aku, yang ada hanya penerimaan. Tidak ada keterpaksaan,
sikap ikhlas senantiasa mengalir dalam setiap moment. Tidak ada pembandingan,
yang ada hanya ketulusan untuk melihat bahwa saya ini adalah saya. Nikmat
sekali bukan ? Lebih-lebih ongkos ke arah itu tidak terlalu mahal, ia hanya
memerlukan keikhlasan untuk menerima dan kemudian mencintai sang aku. Itu saja.
Jatuh cinta berikutnya, adalah jatuh
cinta pada keluarga. Istri, anak, orang tua, mertua serta anggota keluarga
lainnya, adalah serangkaian manusia yang berkontribusi besar terhadap bangunan
hidup kita. Tanpa orang tua dan mertua, mungkin tidak ada kehidupan. Tanpa
istri/suami serta anak, rumah akan lebih menyerupai tempat kering, sepi dan
sunyi. Saya tidak tahu bagaimana kehidupan Anda, namun dalam kehidupan saya
tempat paling indah di dunia ini adalah rumah. Di mana orang-orang yang saya
cintai, orang-orang yang menerima diri saya secara utuh, tinggal dan menunggu
kedatangan saya setiap hari.
Memasuki pintu rumah, terutama ketika
baru pulang dari tugas luar kota, seperti memasuki gerbang surga. Betapa
mewahpun hotel tempat menginap, betapa bersihpun bandar udara yang saya lalui,
betapa cantikpun wanita-wanita yang lewat di perjalanan, tetapi tetap tidak
bisa menggantikan posisi orang-orang rumah.
Saya bersukur sekali ke Tuhan karena
dikaruniai seorang wanita yang bisa membuat saya jatuh cinta setiap hari.
Dengan seluruh kesabarannya, kesediaannya untuk menerima, kejujurannya, serta
sejumlah kekurangan lainnya, ia berhasil menimbulkan hasrat jatuh cinta setiap
hari.
Sebagaimana sepasang remaja yang lagi
jatuh cinta, perasaan serupa juga sering mengunjungi saya bersama karunia Tuhan
tadi. Modal yang bisa menimbulkan hasrat jatuh cinta tadi sebenarnya tidak
banyak. Perhatian, kesabaran dan kesediaan untuk menerima seutuhnya hanyalah
hal murah, sederhana dan dimiliki setiap orang yang bisa menimbulkan hasrat
orang lain untuk jatuh cinta pada diri kita.
Sebagaimana pernah ditulis Deborah
Waitley, to love another is to look at the good. (Mencintai berarti melihat
aspek baik dari orang lain). Atau mirip dengan apa yang pernah ditulis
Katherine He Burb, 'love has nothing to do with what you are expecting to get -
only with what you are expecting to give - which is everything'. (Cinta
berkaitan dengan apa yang kita berikan, dan di sinilah letak kebesaran cinta).
Kalau demikian, bukankah tidak terlalu
sulit membuat orang lain jatuh cinta pada diri kita setiap hari ?
No comments:
Post a Comment